terseok seok mencari air dan berapa berlian ilmu kudapat
kujelajahi tanah dengan tekstur terberatnya
berat kugali berat dihati
lima tahun enam bulan. tiap kumakan gigi pikiran selalu terselilit serat-serat kertas bertinta hitam
lima tahun enam bulan kuredup dan kubercahaya
lima tahun enam bulan kuhabiskan mencariMu, tiada asa kunikmati tiada berat kujalani
Kau temaniku dalam penggalianku
lima tahun enam bulan tanaman sekitar yang berharap air berharapku akan kembali membawa harta
ada pula yang tak berharap apa-apa
tapi berharap "galilah lubangmu. kuburlah dirimu karena aku sudah terairi oleh sistem dari tuanku"
itu yang kurasakan, kupikirkan
tapi dengan hati yang rendah kuberjanji dan berkata dalam diri bahwa aku bisa bangkit dalam kedalam lubang sumur yang aku gali
tapi ada awal pasti ada akhir
ada masuk pasti ada keluar
tiada sesal yang terbatas
tiada derita yang tak berlabuh di pelabuhan hidup
tiada susah yang berlayar dengan bahagia
lima tahun enam bulan aku jadi dua profesi yang peluangnya 50% : 50%, antara jadi tukang gali kuburku sendiri atau tukang gali sumur yang bisa kuraup sendiri airnya
alhamdullillah kupanjatkan, penggalianku hari ini terbatas pada mata air yang kudapat
Kau telah menuntunku, terimakasih
Dan hari ini aku mulai mendali ke atas dari kedalaman sumur penggalian
kan kubawa limpahan air ke permukaan
kusampaikan ke tanaman-tanaman yang sudah haus menanti
aku yakin di atas sana sang ayah, telah membuatkan tutup semen besar untukku guna menutup lubang sumur kehidupan ini
dan beberapa hari setelah penggalianku, aku segera kembali menggali
semoga penggalian sumur pertamaku , akan mempermudahkau dalam penggalian sumur-sumur kehidupan yang lain
hidup ini cuma ada dua peluang, kalo kau tidak tukang gali sumur dengan mabawa air atau tukang gali kuburmu sendiri dengan membawa duka
nice. http://www.anjarbaik.blogspot.com/
BalasHapus