Minggu, 17 Juni 2012

Semua Berputar Semua Belajar dan Alam Bekerja

saat daun tumbuh menghijau, dia terlalu congkak pada posisi itu
saat mulai melepas lelah, dia menguning kebingunan karena saat mendapat hembusan yang kecil dia tersobek
akhirnya jatuh dan disapu ombak kenistaan
kenistaan yang mengangkatnya
menjadi paranoid terbalik obatnya

banyak tukang sapu jalanan pagi itu yang mengambilnya
memasukkan dia ke tong sampah utama,
oh, Tuhan ternyata dia tak terlalu beruntung,
alam pun bekerja.
alam kembali lagi bekerja.
dia kembali tertiup angin yang lebih besar sekarang sehingga si Tukang sampu tak mampu menggapainya

BERSAMBUNG......

It was How to be The Best Pupil (Based on My Way and My Past).


Untuk menjadi nomor satu memang tidak mudah. Menurut saya tidak hanya bekerja keras saja, namun banyak hal-hal atau variabel-variabel yang harus diperhatikan. Seperti rumus matematika sekoleh menengah pertama, disana dikatakan bahwa f(x)=(a,b,c,d,.......). Dari rumus tersebut tersirat inti filosofis bahwa semua yang ada didunia ini termasuk manusia dan segala piranti kehidupannya yang diwakili oleh karakter f(x) sangat tergantung oleh variabel-variabel internal dan eksternal yang sudah ada yang diwakili oleh karakter (a,b,c,d,.......), hampir ada, sedang ada diusahakan dan atau memang benar-benar belum ada. Memang benar adanya, bahwa manusia merupakan fungsi yang dalam tenggat waktu tertentu proses hidupnya banyak variabel yang sudah mereka pakai. Bersumber dari buku yang saya baca yang berjudul Raise You Up yang ditulis oleh Hendrik Lim, disana disebutkan bahwa untuk menjadi nomor satu harus “Berbeda” dari kebanyakan orang. Kalimat inilah yang menginspirasi saya untuk menulis artikel ini dalam rangka mendorong para mahasiswa tingkat akhir untuk segera dan benar mengakhiri masa perkuliahan dengan memuaskan menurut sudut pandang pengalaman penulis.
Berkaca dari hidup ini memang tidak ada yang lebih berharga dari sebuah pengalaman hidup, lebih spesifiknya disini adalah pengalaman akademik di sekian tahun terakhir saya habiskan bersama teman dan bersama civitas akademika yang ada di lingkungan kampus. Berawal dari mahasiswa baru yang penuh dengan kebimbangan dengan pilihan jurusan yang sudah ditempuh beberapa semester atau penuh semangat yang menggebu untuk segera mencicipi manis, asam, asin dan pahitnya kehidupan kampus sampai menjadi mahasiswa tingkat akhir yang penuh semangat atau justru kebimbangan untuk melanjutkan kuliah atau tidak karena berbagai alasan. Memang ada beberapa yang risau ditambah keraguan di awal masuk kuliah mengenai jurusan yang berdasarkan roda nasib diperuntukkan untuk masing-masing individu. Maunya apa? Dapatnya apa? Nah, begitulah yang banyak saya lihat pada beberapa teman yang pindah jurusan atau ingin memilih peruntungan di bidang lain yang menurut mereka baik untuk dirinya.
Bak anak kecil mengkkoleksi mainan, pengalaman kehidupan kampus yang saya habiskan selama 5,5 tahun sangat berwarna jika dilihat dari kacamata kehidupan saat saya masih berada di bangku SMA. Tidak mudah mengalami masa peralihan yang menurut beberapa teman, kedewasaan saya terlambat 5-10 tahun dari tingkat kedewasaan laki-laki pada umumnya pada saat itu. Di sini tentunya kedewasaan secara mental dan spiritual. Kalau boleh saya mengakui tidak semua yang dikatakan mereka benar dan tidak semuanya pula salah, dan untuk yang satu ini saya akui benar. Namun untuk kemabali pada rumus matematika yang saya tulis di awal paragraf bahawa manusia adalah satu varibel yang berbeda antara satu dengan yang lain, di sini saya maksudkan bahwa kedewasaan pada tiap orang berbeda-beda dalam berbagai bidang. Kembali pada pokok permasalahan, pecarian jati diri di usia yang seharusnya sudah tidak ada lagi pencarian hal tersebut, membuat sedikit banyak saya berbeda dari kebanyakan. Namun tentunya hal tersebut akan tetap memberikan beberapa pengaruh terhadap diri saya ”Dari Mati Aw sampai Menjadi Mati Akh”(Dari Mahasiswa Tingkat Awal sampai Mahasiswa Tingkat Akhir).

BERSAMBUNG.......tunggu kelanjutannya!

Kamis, 09 Februari 2012

AKU


AKU

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

Rabu, 08 Februari 2012

Berkaca Dari Hukum Archimedes

Masih ingatkah pelajaran fisika saat SMP dan SMA dulu mengenai Hukum Archimedes? Cobalah buka kembali jika Anda lupa. Tidak hanya teori dan hitungan matematis semata yang mampu Anda kuasai, tapi kuasailah sisi lain kehidupan yang ada padanya.

Dalam hukum tersebut disebutkan bahwa benda terapung yang diberi gaya tekan ke bawah akan memberi gaya balik ke atas dengan besar yang sama. Nah, dari sini juga sama dengan apa yang mungkin telah kita alami baik itu hal positif dan negatif.

Coba Pikirkan dan Renungi....Bagi Anda yang sekarang memberi tekanan positif pada masa depan Anda, maka masa depan yang positif pula pasti Anda dapat...Begitu pula saat Anda memberi tekanan pada orang-orang yang Anda sakiti, BERSIAPLAH Anda mendapat tekanan balik darinya....

Kamis, 02 Februari 2012

Lima Tahun Enam Bulan Antara Menggali Sumur atau Menggali Kubur

lima tahun enam bulan, ku menggali sumur
terseok seok mencari air dan berapa berlian ilmu kudapat
kujelajahi tanah dengan tekstur terberatnya
berat kugali berat dihati

lima tahun enam bulan. tiap kumakan gigi pikiran selalu terselilit serat-serat kertas bertinta hitam
lima tahun enam bulan kuredup dan kubercahaya

lima tahun enam bulan kuhabiskan mencariMu, tiada asa kunikmati tiada berat kujalani
Kau temaniku dalam penggalianku

lima tahun enam bulan tanaman sekitar yang berharap air berharapku akan kembali membawa harta
ada pula yang tak berharap apa-apa
tapi berharap "galilah lubangmu. kuburlah dirimu karena aku sudah terairi oleh sistem dari tuanku"
itu yang kurasakan, kupikirkan

tapi dengan hati yang rendah kuberjanji dan berkata dalam diri bahwa aku bisa bangkit dalam kedalam lubang sumur yang aku gali
tapi ada awal pasti ada akhir
ada masuk pasti ada keluar
tiada sesal yang terbatas
tiada derita yang tak berlabuh di pelabuhan hidup
tiada susah yang berlayar dengan bahagia

lima tahun enam bulan aku jadi dua profesi yang peluangnya 50% : 50%, antara jadi tukang  gali kuburku sendiri atau tukang gali sumur yang bisa kuraup sendiri airnya

alhamdullillah kupanjatkan, penggalianku hari ini terbatas pada mata air yang kudapat
Kau telah menuntunku, terimakasih

Dan hari ini aku mulai mendali ke atas dari kedalaman sumur penggalian
kan kubawa limpahan air ke permukaan
kusampaikan ke tanaman-tanaman yang sudah haus menanti

aku yakin di atas sana sang ayah, telah membuatkan tutup semen besar untukku guna menutup lubang sumur kehidupan ini
dan beberapa hari setelah penggalianku, aku segera kembali menggali
semoga penggalian sumur pertamaku , akan mempermudahkau dalam penggalian sumur-sumur kehidupan yang lain

hidup ini cuma ada dua peluang, kalo kau tidak tukang gali sumur dengan mabawa air atau tukang gali kuburmu sendiri dengan membawa duka

Hari Ini Saya Tutup Buku

penantian lama penantian terkasih
penantian penuh luka dan suka
tak pernah kusangka
Kau tiup aku sampai diperbatasan
lima tahun enam bulan kubuka buku
dan hari ini kumenutupnya

riuh memandangku
ketika pagi ini begitu dingin
tak mengapa karena semangat, membakarku

untaian lembut suaraMu membantuku
Kau bangunkanku dengan berkata "Sambut Hari Ini, Habiskan Hari Ini Segera"

Hari ini jidatku siap di Cap dengan kata "Hari Ini Saya Tutup Buku"

Rabu, 01 Februari 2012

Nasibmu ditanganmu, Sadarkan dirimu, SEKARANG

Apa yang dapat Anda Presentasikan mengenai Gambar di atas terkait Masa Depanmu?